Tomat dalam bahasa latin disebut Solanum lycopersicum spp. Secara botani tomat diklasifikasikan sebagai buah karena definisi buah adalah  bagian tanaman yang dapat dimakan yang terdiri atas biji dan jaringan yang mengelilinginya. Maka tomat sesuai dengan definisi tersebut. Namun dalam bidang kuliner tomat sering disebut sebagai sayuran karena tomat disajikan dan diolah seperti sayuran, seperti dimasak. Sebagian besar buah-buahan disajikan tanpa proses pemasakan.

Tomat mengandung banyak nutrisi unik seperti vitamin C, vitamin A (sebagai karotenoid), serat, kalium dan antioksidan lycopene. Lycopene adalah sumber karotenoid utama dalam makanan dan tomat serta produk makanan berbahan dasar tomat. Lycopene adalah pigmen karotenoid yang menyebabkan karakteristik warna merah pada tomat. Lycopene terkandung dalam makanan terutama dalam bentuk stereoisomer trans. Namun proses pemasakan dan pengolahan menyebabkan konversi trans-lycopne menjadi cis-lycopene yang lebih mudah diserap oleh dinding usus halus. Oleh karenanya, tomat yang diolah memiliki manfaat nutrisi yang lebih tinggi karena meningkatnya bioavailabilitas penyerapan lycopene. Isomer-cis lebih mudah diserap melalui dinding usus halus karena lebih mudah ditansportasikan di dalam sel. Peningkatan pembentukan isomer-cis yang paling besar terjadi ketika tomat dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Dan juga, bioavailabilitas lycopene meningkat dengan adanya minyak. Jadi, produk olahan tomat memiliki bioavailabilitas lycopene yang lebih tinggi dibanding tomat yang tidak diolah karena melalui proses pemanasan dan penambahan sedikit minyak.

Beberapa penelitian telah menunjukan hubungan terbalik antara konsentrasi serum plasma lycopene dengan risiko kanker. Selain itu, juga telah diobservasi mengenai hubungan konsumsi tomat dan produk berbahan dasar tomat dengan beberapa penyakit seperti kanker, penyakit kardiovaskular, osteoporosis dan fungsi kognitif.

Kanker prostat adalah yang paling banyak diteleti mengenai hubungannya dengan konsumsi tomat dan lycopene. Penelitian menunjukan lycopene dapat meningkatakan antigen spesifik prostat dan meningkatakan kematian sel (apoptosis) sel kanker.

Beberapa hipotesis sedang diuji terkait dengan sifat antioksidan lycopene dan kombinasi carot-enoids dengan konstituen yang larut dalam air yang dihasilkan oleh tomat, seperti vitamin C. Mengkonsumsi produk tomat setiap hari selama 2 hingga 4 minggu meningkatkan pertahanan enzim antioksidan dan telah terbukti mengurangi peroksida lipid plasma dan kerentanan LDL terhadap oksidasi. Penghambatan proses oksidasi LDL ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Selain lycopene, tomat juga berkontribusi sebagai salah satu penyumbang potassium/kalium terbesar. Berdasarkan data asupan makanan Survei Kesehatan dan Nutrisi Nasional 1999-2000, tomat menempati urutan ketujuh setelah susu, kentang, daging sapi, kopi, unggas, dan jus jeruk / sebagai sumber kalium. Konsumsi kalium sesuai rekomendasi membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi efek buruk dari asupan natrium berlebih pada tekanan darah, mengurangi risiko batu ginjal, dan mungkin mengurangi keropos tulang yang berkaitan dengan usia (osteoporosis).

Sumber

Burton-Freeman, B. and Reimers, K. (2010). Tomato Consumption and Health: Emerging Benefits. American Journal of Lifestyle Medicine, 5(2), pp.182-191.

New Jersey Department of Agriculture (2020). Tomatoes. [online] Available at: https://www.nj.gov/agriculture/farmtoschool/documents/seasonality-chart/F2S%20Tomatoes.pdf [accessed 1 Jan. 2020].

Written by akg

Leave a Reply