Jahe merupakan tanaman yang termasuk rempah-rempah dengan nama latin Zingiber Officinale. Jahe sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, terutama di bidang kesehatan. Jahe diketahui berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Di Indonesia sendiri, tanaman jahe relatif mudah ditemukan dan penggunaannya sudah meluas bukan hanya untuk keperluan memasak, tetapi juga untuk kesehatan, dan kecantikan. Manfaat jahe untuk wajah juga sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya di Indonesia tapi juga mancanegara.

Dari jenis, bentuk, besar rimpang, dan warnanya, jahe dibagi atas tiga jenis, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Jahe dapat ditanam di tanah yang memiliki ketinggian 200-600 meter di atas permukaan laut dengan rata-rata curah hujan 2.500-4.000 mm/tahun. Namun, pada umumnya, jahe di Indonesia hanya ditanam di pekarangan rumah dan pemanfaatannya pun sebatas untuk konsumsi rumah tangga. Mulai dari diperas untuk dijadikan minuman kesehatan, dijadikan bumbu penyedap rasa dalam makanan, pengholang bau, pengawetan makanan, dan yang lain. Jahe memiliki rasa pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe sendiri memiliki kandungan didalamnya. Berikut adalah kandungan dari jahe pada jumlah Per 100 g:

Kalori (kcal) 79

Jumlah Lemak 0,8 g

Lemak jenuh 0,2 g

Lemak tak jenuh ganda 0,2 g

Lemak tak jenuh tunggal 0,2 g

Kolesterol 0 mg

Natrium 13 mg

Kalium 415 mg

Jumlah Karbohidrat 18 g

Serat pangan 2 g

Gula 1,7 g

Protein 1,8 g

Vitamin A 0 IU                 Vitamin C 5 mg

Kalsium 16 mg                 Zat besi 0,6 mg

Vitamin D 0 IU                 Vitamin B6 0,2 mg

Vitamin B12 0 µg              Magnesium 43 mg

Oleh karena berbagai macam kandungan tersebut, jahe memberikan banyak manfaat yang baik bagi tubuh. manfaat itu antara lain Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak asiri yang dikeluarkan rimpang jahe. Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya karena mabuk kendaraan atau pada wanita yang hamil muda. Juga rasanya yang tajam merangsang nafsu makan, memperkuat otot usus, membantu mengeluarkan gas usus serta membantu fungsi jantung. Dalam pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat. Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :

  • Menurunkan tekanan darah. Hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah.
  • Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing-masing mencerna protein dan lemak.
  • Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.
  • Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan.
  • Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.
  • Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh. Jahe sebagai Obat Praktis Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.

Daun jahe juga berkhasiat, antara lain dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil. Sedangkan rimpangnya ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang ½ jam, kemudian airnya dapat diminum sebagai obat untuk memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam. Berdasarkan jurnal Universitas Indonesia berjudul Analisis Kandungan Tanaman Jahe, bangsa Cina telah memanfaatkan jahe selama 2500 tahun untuk obat pencernaan, anti mual, rematik, mengatasi pendarahan, gigitan ular, gangguan pernapasan dan bahkan mengatasi kebotakan.

Salah satu hasil penelitian tentang peranan zinaxin untuk mengatasi osteoartritis (OA) pada lutut, yang dilakukan Prof. R.D. Altman, MD, Ph.D., ahli osteoartritis dari Miami ditemukan, selama tiga minggu kepada 261 pasien penderita OA lutut, menunjukkan bahwa zinaxin cukup efektif mengatasi rasa nyeri pada OA lutut ringan hingga sedang.

Apakah ada kandungan zat yang berbahaya pada jahe? Tidak ada efek berbahaya yang akan ditimbulkan oleh komponen kimia dalam jahe selama penggunaannya dilakukan sesuai dengan anjuran. Namun yang harus diperhatikan adalah keberadaan bahan kimia lain (misalnya flatoksin) yang disebabkan kontaminasi simplisia jahe oleh misalnya Aspergillus sp.

Nah, banyak sekali manfaat yang diperoleh dari jahe. oleh karena itu, sebaiknya tidak usah ragu lagi dalam mengonsumsi jahe baik itu digunakam dalam bumbu dapur penyedap makanan ataupun diminum untuk menghangatkan tubuh.

 

Sumber :

Harwati, C. T. (2012). Khasiat jahe bagi kesehatan tubuh manusia. Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian8(1).

Amir, A. N., Lestari, P. F., & Sumantri, I. (2013). Pengambilan oleoresin dari limbah ampas jahe industri jamu (PT. Sido Muncul) dengan metode ekstraksi. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri2(2), 88-95.

Kurniasari, L., Hartati, I., & Ratnani, R. D. (2013). Kajian ekstraksi minyak jahe menggunakan microwave assisted extraction (mae). JURNAL ILMIAH MOMENTUM4(2).

 

Written by akg

Leave a Reply