Ada banyak sekali faktor yang dapat meningkatkan resiko kanker bagi seseorang. Berikut ini adalah beberapa faktor dari segi gizi yang dapat meningkatkan resiko kanker pada tubuh seseorang:

• Heterosiklik amina pada daging yang dimasak: bahan kimia karsinogenik terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, seperti saat memanggang dan menggoreng. • Nitrat dalam air minum: bahan kimia karsinogenik yang ditemukan dalam pupuk yang terbukti dapat meningkatkan risiko limfoma non-Hodgkin. Orang yang minum air keran yang terkontaminasi di daerah pertanian dapat beresiko terkena kanker. • Nitrites dan nitrat dalam daging: senyawa ditemukan di beberapa sosis, ham, dan bacon. Senyawa ini mengikat dengan asam amino untuk membentuk nitrosamin, yang merupakan karsinogen poten. • Diet tinggi lemak jenuh: diet tinggi lemak jenuh telah dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak jenis kanker, termasuk prostat dan payudara. Namun, tidak semua penelitian mendukung asosiasi ini. • Alkohol: Penggunaan berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, faring, dan mulut. Mungkin juga meningkatkan risiko kanker hati, payudara, kolon, dan rektum. Alkohol dapat merusak kemampuan sel untuk memperbaiki kerusakan DNA, meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker.

Namun semua hal yang disebutkan di atas tidak seketika menyebabkan kanker. Resiko kanker baru muncul jika tubuh diberi asupan seperti disebut di atas secara terus menerus. Sumber: Manore, Melinda, dkk. 2011. The Science of Nutrition. 2nd ed. San Francisco: Pearson Benjamin Cummings.

Written by akg

Leave a Reply