kekayaan-susu-300x249

Susu merupakan cairan putih yang tidak tembus pandang yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu bermanfaat sebagai sumber utama zat gizi bagi mamalia yang baru lahir sebelum dapat mencerna makanan lainnya.

Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, susu dianggap sebagai penyempurna kebutuhan gizi seseorang namun sekarang konsep tersebut sudah tidak digunakan lagi. Konsep yang digunakan sebagai pedoman saat ini adalah konsep gizi seimbang. Dalam konsep gizi seimbang, susu tidak lagi dianggap sebagai penyempurna, melainkan termasuk dlm sumber protein hewani bersama daging, telur, dan olahannya yang dikonsumsi 2-4 porsi dalam sehari.

Susu memiliki peran penting sebagai sumber energi serta memiliki kandungan protein dan lemak yang berkualitas tinggi. Bagi anak-anak yang kurang asupan lemak karena keterbatasan akses ke sumber makanan hewani, susu yang berasal dari hewan ternak memiliki peran penting untuk dapat memenuhi kebutuhan lemak mereka.

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi komposisi dan rasa susu. Diantaranya adalah spesies hewannya, usia, asupan makan hewan, lingkungan fisik, serta sistem pertanian. Komponen terbesar dalam susu segar yang berasal dari hewan ternak adalah air yaitu sebanyak 83-91%. Susu mengandung 3,4% lemak. Lemak merupakan komponen yang dapat membuat rasa susu menjadi lebih enak. Lemak dalam susu mengandung asam lemak yang paling kompleks yang dapat dikonsumsi. Perlu diperhatikan juga, bahwa sekitar 65% lemak susu mengandung asam lemak jenuh dan 35%-nya merupakan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh memiliki keterkaitan dengan peningkatan kolestrol dan penyakit jantung. Jadi konsumsinya sesuaikan dengan kebutuhan kita saja yaaa:) Diantara susu kambing, sapi, kerbau, domba dan unta, susu yang memiliki kandungan lemak paling banyak adalah susu kerbau.

Sumber energi lain dalam susu dapat berbentuk karbohidrat. Jenis karbohidrat yang banyak terdapat dalam susu adalah laktosa. Seperti yang sudah sering dipelajari, laktosa merupakan disakarida dari glukosa dan galaktosa. Karena laktosa tidak dapat larut dalam air seperti sukrosa, maka penambahan sukrosa dapat menyebabkan larutan menjadi solid sehingga menghasilkan produk seperti es krim.

Dalam susu rata-rata terdapat sekitar 3,3% protein yang terdiri atas 9 asam amino esensial yang dibutuhkan manusia. Dua jenis protein yang banyak terdapat dalam susu adalah protein whey dan kasein. Bayi dianjurkan untuk mengonsumsi ASI sebelum karena dalam ASI mengandung protein whey yang lebih banyak dibanding kasein, berbeda dengan susu jenis lainnya. Protein whey lebih cocok bagi sistem pencernaan bayi karena mudah dicerna dan diabsorpsi. Susu juga mengandung vitamin, baik yang larut lemak maupun larut air namun jumlahnya tergantung dari komposisi lemak dalam susu tersebut.

Tidak hanya gizi makronya saja, susu juga mengandung kalsium, magnesium, selenium, riboflavin,vitamin D dan vitamin B12. Oleh karena itu, susu dan produk susu merupakan makanan yang padat gizi. Namun demikian bukan berarti konsumsi susu tidak terbatas. Terlalu banyak mengonsumsi susu juga dapat berdampak pada kondisi lain seperti anemia karena penyerapan zat besi yang terganggu oleh banyaknya konsumsi kalsium atau dapat juga menyebabkan obesitas.

Menurut FAO, pertumbuhan ekonomi yang banyak terjadi di negara berkembang saat ini menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi susu yang signifikan 1 dekade terakhir. Perkembangan sosial dan teknologi saat ini juga mempengaruhi berbagai produk susu. Oleh karena itu, saat ini ada banyak variasi produk susu yang berbeda baik pada komposisi gizinya maupun dalam pengolahannya.

Susu dapat terdiri atas beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut:

  1. Whole Milk

Whole milk merupakan jenis susu yang tidak ditambahkan atau dikurangi zat gizinya. Untuk dapat dikonsumsi dengan aman whole milk juga harus melalui proses pengolahan untuk menghilangkan bakteri. Pasteurisasi merupakan salah satu proses untuk membunuh bakteri yang terdapat pada susu dengan cara pemanasan pada suhu tinggi (min 71,7 derajat C) dalam waktu singkat (maks 25 detik). Selain itu beberapa produk whole milk juga ‘dihomogenisasi’ terlebih dahulu. Homogenisasi merupakan proses pemecahan gelembung-gelembung lemak dalam susu. Fungsi dari homogenisasi adalah agar lemak dalam susu menyebar merata dan mencegah pembentukan gumpalan krim. Selain melalui pasteurisasi, terdapat juga proses pemanasan lain pada susu, diantaranya adalah sterilisasi, UHT & evaporasi. Pada susu sterilisasi, terjadi dua kali pemanasan yaitu pada suhu 50 derajat C sebelum dihomogenisasi kemudian dipanaskan pada suhu 110-130 derajat C selama 10-30 menit. Sementara itu, susu UHT memiliki suhu pemanasan minimal 135  derajat C. Sedangkan susu evaporasi merupakan susu yang sebagian besar kandungan airnya telah dihilangkan sehingga teksturnya lebih kental. Beragamnya variasi jenis susu tersebut, tentunya setiap jenis susu memiliki kandungan gizi yang berbeda.

  1. Susu skim

Susu skim merupakan susu yang memiliki kandungan lemak sangat sedikit (0-0,5%). Susu skim memiliki tekstur yang lebih encer dan rasa yang berbeda akibat pengurangan lemak. Pengurangan kadar lemak susu akan berdampak pada rasa susu tersebut. Produsen biasanya menambahkan Natrium untuk memperbaiki rasa susu rendah lemak. Perlu diperhatikan, konsumsi Natrium berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi.

  1. Susu Organik

Susu organik diperoleh dari hewan ternak yang mengonsumsi rumput tanpa pupuk kimia atau pestisida. Namun demikian, dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kandungan gizi susu organik dan susu segar biasa. Terkait keamanannya, susu segar yang akan didistribusikan juga telah melalui proses yang panjang untuk memastikan susu tersebut aman dikonsumsi.

  1. Susu dengan penambahan rasa

Jenis lainnya ada susu dengan penambahan rasa tertentu seperti coklat, strawberry ataupun pisang. Susu dengan rasa tertentu biasanya memiliki kandungan gula yang sedikit lebih tinggi dibanding susu biasa. Namun demikian, kandungan gula yang terdapat pada susu dengan penambahan rasa masih dalam batasan normal dan tidak terbukti dapat mempengaruhi pembentukan karies gigi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebih. Penambahan rasa dapat menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi susu untuk memenuhi asupan protein, kalsium dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhannya.

Beberapa orang mengalami laktosa intoleran dengan gejala diare dan gangguan saluran pencernaan setelah mengonsumsi susu. Lalu apakah seseorang yang mengalami laktosa intoleran tidak boleh mengonsumsi susu dan produk olahannya? Seseorang dengan laktosa intoleran dapat mengonsumsi susu dengan memilih susu tanpa laktosa atau mengonsumsi yoghurt. Yoghurt juga mengandung bakteri baik yang dapat membantu pencernaan laktosa. Banyak juga mitos beredar bahwa konsumsi produk susu seperti keju dapat menyebabkan jerawat, faktanya? Faktanya adalah tidak ada hubungannya antara konsumsi produk susu dan jerawat. Susu yang mengandung banyak vitamin A dan D justru penting untuk kesehatan kulit.

 

Written by akg

Leave a Reply