Minyak berlebih pada kulit disebabkan oleh karena kelenjar sebasesa memproduksi minyak lebih dari yang dibutuhkan untuk lubrikasi kulit. Minyak yang berlebih ini dapat memperbesar pori dan menyebabkan kemerah-merahan pada kulit. Seperti halnya kulit kering (lihat artikel sebelumnya), kulit berminyak dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti pola makan, hormone, kehamilan, pil KB, dan kosmetik yang digunakan. Kelembaban dan cuaca panas menstimulasikan kelenjar sebasea untuk meproduksi minyak lebih.

Seiring dengan bertambahnya umur, kulit cenderung akan mongering, maka itu kulit berminyak sering terjadi pada remaja, namun tidak menutup kemungkinan bahwa semua umur dapat juga memiliki kulit berminyak.

Vitamin-vitamin yang baik untuk menjaga sehatnya kulit terutama adalah Vitamin A + karotenoid, B complex, B12, E, dan Zinc. Komponen-komponen ini baik untuk menjaga jaringan kulit dan memperbaharuinya, melindungi dari radikal bebas, dan menjaga warna kulit.

Memiliki kulit berminyak tidak sepenuhnya buruk. Berikut adalah sisi positif dari memiliki kulit berminyak:
- Kulit tidak mudah mengalami bintik-bintik dan perubahan warna
- Tidak mudah berkeriput
- Lebih terhindar dari kemerahan dan freckle dibawah sinar matahari

Seperti halnya kulit kering, kulit berminyak juga dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi masalah kulit berminyak:
- Minum banyak air untuk tetap menjaga hidrasi kulit dan membuang racun
- Kurangi kandungan lemak dalam makanan seperti gorengan, lemak daging, dan minyak sayur. Hindari makanan yang dimasak dengan minyak sayur pada umumnya, dan kalau dibutuhkan, gunakan olive oil atau canola oil
- Jangan mengonsumsi soft drinks dan alkohol.

Reference:
Balch, P. (2010). Prescription for Nutritional Healing. New York: Avery.

Written by akg

Leave a Reply