Pernah merasa tidak nyaman dan percaya diri untuk berbicara dengan orang lain karena mulut yang bau? Ada alasannya mengapa mulut bisa bau, dan juga cara mengatasinya agar kita tidak malu-malu lagi untuk berbicara sama orang lain.

Bau mulut atau Halitosis dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Biasanya bau mulut ini disebabkan oleh kondisi mulut yang tidak bersih. Namun, faktor-faktor lain seperti penyakit gusi, karang gigi, infeksi saluran pernapasan, pola makan yang tidak teratur, konstipasi, merokok, demam, diabetes, malfungsi ginjal atau hati, stress, dan terlalu banyak bakteri dalam usus juga dapat menyebabkan mulut kita berbau tidak sedap.

Saat bangun tidur, kita juga merasakan bau yang tidak sedap pada rongga mulut kita. Hal itu dikarenakan pada saat kita tidur, kita mengalami dehidrasi dan pengurangan jumlah saliva yang mempunyai fungsi untuk menghilangkan bakteri pada rongga mulut, sehingga mulut kita dipenuhi bakteri yang menimbulkan bau tidak sedap.

Pada beberapa kondisi tertentu seperti pada saat puasa, dan diet juga merupakan saat-saat dimana napas kita biasanya berubah menjadi buruk. Hal ini dapat terjadi karena pada ssaat tubuh kurang mengonsumsi makanan, tubuh akan memecah lemak yang disebut keton dan protein untuk pemakaian energy. Hasil dari pemecahan atau metabolism itu adalah bau yang tidak sedap yang dikeluarkan melalui paru-paru.

Untuk menghindari bau mulut, kita bisa melakukan beberapa upaya, yaitu:
- Menjalani diet makanan mentah (raw food diet) yang berarti makanan yang belum diolah, seperti sayur-sayuran setelah puasa
- Minum banyak air putih
- Menghindari makanan pedas dan mempunyai rasa yang kuat seperti keju, bawang, ikan-ikanan, beer, whiskey, dan kopi, yang dapat meninggalkan plak yang menempel pada gigi
- Minum jus lemon asli untuk menghilangkan bau, dan membersihkan saluran pencernaan
- Sikat gigi dan lidah 2-3 kali sehari
- Konsultasi ke dokter untuk melihat apa terjadi komplikasi lain yang terjadi dalam tubuh kita, karena bau mulut merupakan tanda dari berbagai penyakit kompleks

Reference:
Balch, P. (2010). Prescription for Nutritional Healing. New York: Avery.

Written by akg

Leave a Reply